Banyak yang bilang , menulis itu susah gampang atau banyak yang bilang menulis itu sulit . Itu salah besar , apa yang kita tuliskan itu adalah imajinasi kita , baik bentuk fiktif maupun nyata .
Gak percaya ?? So , Buktikan !!!
Tapi , sebelum kalian menulis skenario lebih jauh lagi , kalian harus tau dulu nih , apa saja sih istilah kepenulisan pada Skenario Film ?? Disini gua bakal berbagi ke kalian , dan semoga bermanfaat bagi kalian ;) . Langsung aja yah :P
OS (ONLY SOUND)
PAUSE
SLOW MOTION
TEASER
SPLIT SCREEN
VO (VOICE OVER)
Gak percaya ?? So , Buktikan !!!
Tapi , sebelum kalian menulis skenario lebih jauh lagi , kalian harus tau dulu nih , apa saja sih istilah kepenulisan pada Skenario Film ?? Disini gua bakal berbagi ke kalian , dan semoga bermanfaat bagi kalian ;) . Langsung aja yah :P
1. Action
Gerakan. Menurut pengertian kamera, action adalah gerakan
dari sesuatu yg melintas di kamera, sedangkan menurut pengertian scenario,
action diartikan sebagai gerakan tersebut dapat terjadi pada diri manusia.
2. Angle
Sudut pandang kamera. Adapun High Angle (HA) dan Low Angle
(LA).
3. Antagonis
Tokoh yang menentang atau menghalangi jalan Protagonis
mencapai tujuannya.
4. Anti Klimaks
Turunnya garis Tangga dramatic setelah Tangga dramatic
mencapai klimaks.
5. Art Director
Penata visual. Orang yang dalam pembuatan film bertugas
menyiapkan semua bahan informasi visual, sesuai dengan tuntutan scenario. Yakni
menyiapkan Set dan hiasannya, Properti, tata arias pemain, tata busana,
dll. Terjemahan Penata Artistik adalah keliru. Semua yang terlibat dalam
pembuatan ikut menata segi artistic bidangnya masing-masing. Kata Art di situ
bukan dimaksud sebagai sesuatu yang bersifat seni, melainkan yang berhubungan
dengan keindahan bidang visual. Sedangkan artist adalah pelukis.
6. Audio
Unsur informasi suara atau segala sesuatu yang dapat
didengar.
7. Big Closeup (BCU)
Disebut juga sebagai super closeup atau extreme closeup. BCU
merupakan bagian dari Sub Objek yang diambil kamera. Dengan demikian, BCU juga
adalah jarak kamera yang mengambil sebagian dari wajah.
8. Close up (CU)
Jarak kamera yang mengambil bagian suatu objek, sub objek.
9. Credit
Tayangan nama-nama pendukung film.
10. Cut Out
Pemotongan adegan dalam dua scene yang berbeda demi
kepentingan cerita.
11. Day for night
Pengambilan adegan pada siang hari, namun adegan yang
dimaksud akan menjadi adegan malam. Caranya dengan memasang filter gelap di
depan lensa, sehingga gambar menjadi redup.
12. Deux Ex Machina
Situasi kritis dalam cerita diselesaikan dengan bantuan
Tuhan, yakni dengan datangnya nasib baik.
13. Dissolve
Ujung gambar adegan berbaur dengan awal gambar adegan lain.
Digunakan untuk menyambung dua scene berhubungan tapi terpisahkan waktu yang
berbeda.
14. Dolly
Lari kecil untuk membawa kamera yang melakukan pengambilan
gambar sambil berjalan (dolly shot).
15. Estabablishing Shot
Shot untuk memperlihatkan tempat secara keseluruhan berikut
lingkungan yang menunjang informasi tempat tersebut.
16. Exterior (EXT)
Menunjukan bahwa scene yang diambil tempatnya di luar.
17. Extreme Long Shot (ELS)
Pengambilan objek yang sangat jauh. Objek itu sendiri sudah
hampir tak terlihat karena yang dipentingkan dalam ELS adalah informasi
tempatnya.
18. Fade
Fade In : gambar yang diambil dari tiada perlahan muncul,
contohnya pada awal scene.
Fade Out : gambar yang perlahan menghilang, contohnya pada
akhir scene.
19. Flashback
Kilas balik. Adegan yang dimunculkan sebagai kenangan
seseorang.
20. Follow shot
Shot yang diambil sambil mengikuti objeknya bergerak/berjalan.
21. Frame
Pada film yang direkam dengan seluloid, istilah frame
berarti suatu bingkai gambar. Kalau dikatakan in frame atau out frame,
berarti pelau masuk ke dalam atau keluar tangkapan kamera.
22. Freeze Frame (Stop Motion)
Gambar membeku; semua yang tidak bergerak.
23. Full Shot (FS)
Shot yang mengambil objek secara keseluruhan.
24. Insert
Sisipan. Shot atau adegan yang disisipkan ke tengah adegan
lain.
25. Konflik
Pertikaian dua Action dua kehendak yang berlawanan.
26. Klimaks
Puncak dramatic perjuangan Protagonis dalam mencapai
tujuannya. Dalam hal ini terjadi puncak krisis tertinggi.
27. Location
Tempat shooting di tempat asli, artinya bukan set yang
dibuat dalam studio.
28. Long Shot (LS)
Pengambilan jarak jauh. Gunanya lebih memperlihatkan tempat
di mana objek yang diambil berada.
29. Medium Closeup (MCU)
Objek orang yang ditangkap dengan MCU akan nampak dari
kepala sampai siku.
30. Medium Shot (MS)
Objek orang yang diambil dengan MS, dari kepala sampai
lutut.
31. Off Screen (OS)
OS menjelaskan suara yang sumbernya tidak terlihat dalam
frame; dari luar layar; off screen.
32. Pa
Pengambilan yang dilakukan oleh kamera bergerak menoleh dari
kiri ke kanan atau sebaliknya, namun posisi kamera tetap pada kakinya. Adapun
Pan Up dan Pan Down, yaitu kamera menoleh ke atas atau ke bawah.
33. Plot
Alur cerita yang didisain atau direkayasa untuk mencapai
tujuan tertentu. Dengan demikian, satu topik yang sama dapat dibuat dalam
beberapa plot sesuai dengan sudut pandang yang diambil dan tujuan yang ingin
dicapai.
34. Point of View (POV)
Shot yang diambil sebagai pandangan mata pelaku.
35. Premise
Isi cerita. Bahan perenungan filosofis yang utama ingin
disampaikan kepada penonton.
36. Protagonis
Tokoh utama film. Tokoh yang memiliki kemampuan yang
dikagumi penonton atau keadaan yang menarik simpati kuat penonton dalam
bergulirnya cerita.
37. Skenario (Film Script/ Screenplay)
Naskah cerita yang didisain untuk disajikan sebagai film.
38. Scene
Satuan penuturan dalam scenario. Satu scene merupakan
kejadian yang berlangsung dalam satu tempat dan waktu tertentu.
39. Sequence
Sekelompok scene yang merupakan satu persoalan.
40. Set
Tempat kejadian.
41. Shot
Tembakan kamera. Satu shot dimulai sejak kamera start
mengambil objek hingga kamera dimatikan.
42. Shooting
Aktivitas pengambilan film.
43. Shooting Scrip
Skenario yang terperinci shot demi shot, dibuat agar bisa
langsung digunakan untuk shooting.
44. Sound Effect (SFX)
Setiap suara yang keluar dari apapun sumbernya, kecuali
mulut manusia.
45. Sub plot
Plot tambahan dalam cerita yang tugasnya untuk menunjang
cerita atau dramatic cerita.
46. Suspence
Ketegangan.
47. Sinopsis
Ikhtisar cerita yang disusun secara ringkas tapi sudah
memuat semua unsur penting cerita. Unsur penting cerita meliputi: problema
utama, tokoh utama, antagonis, plot utama, sub plot, tokoh-tokoh pendukung
penting, klimaks, dan penyelesaiannya.
48. Theme
Tema. Pokok cerita.
49. Title (Main Title)
Judul film.
50. Treatment
Kerangka Skenario. Penuturan sudah tersusun sebagai scenario
yang jadi, hanya saja masih berisi pokok-pokok action dan belum berisi dialog.
51. Zoom
Lensa zoom terdiri dari susunan lensa yang bila diputar akan
membuat pandangan menjauh dan mendekat.
Zoom in: objek mulai dari jauh lalu mendekat.
Zoom out : objek mulai dari dekat lalu menjauh.
TAMBAHAN ! :
COMMERCIAL BREAK
Jeda iklan. Penulis skenario harus memperhitungkan jeda ini, dengan memberi kejutan atau suspense agar penonton tetap menunggu adegan berikutnya.
Jeda iklan. Penulis skenario harus memperhitungkan jeda ini, dengan memberi kejutan atau suspense agar penonton tetap menunggu adegan berikutnya.
MONTAGE
Beberapa
gambar yang menunjukkan adegan berurutan dan mengalir. Bisa juga menunjukkan
beberapa lokasi yang berbeda, tetapi merupakan satu rangkaian cerita.
OS (ONLY SOUND)
Suara
orang yang terdengar dari tempat lain; berbeda tempat dengan tokoh yang
mendengarnya.
PAUSE
Jeda
sejenak dalam dialog, untuk memberi intonasi ataupun nada dialog.
SLOW MOTION
Gerakan
yang lebih lambat dari biasanya. Untuk menunjukkan hal yang dramatis.
TEASER
Adegan
gebrakan di awal cerita untuk memancing rasa penasaran penonton agar terus
mengikuti cerita
SPLIT SCREEN
Adegan
berbeda yang muncul pada satu frame atau laya
VO (VOICE OVER)
Orang
yang berbicara dalam hati. Suara yang terdengar dari pelakon namun bibir tidak
bergerak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar