Selasa, 04 Desember 2012

Akting

Terkadang orang banyak yang terobsesi menjadi artis , tapi bingung harus mulai darimana ?
Dan banyak orang yang kebingungan dengan kemampuan akting mereka sudah maksimal atau belum ? Oke Junco , gue punya tips nya buat kalian , semoga bermanfaat ! ;) Lucky For ours ;)



X. UNSUR INSTRINSIK DRAMA’S/THEATER’S/FILM/SCRIP’S
a. Tema
Tema cerita adalah pokok pikiran dalam sebuah karangan. Atau, dapat diartikan pula sebagai dasar cerita yang ingin disampaikan oleh penulisnya (Lutters, 2006:41).
Tema drama harus disesuaikan dengan penonton. Jika drama ditujukan kepada pelajar, maka tema ceritanya juga harus sarat dengan pendidikan. Jangan sampai tema yang disajikan justru menjerumuskan pelajar sebagai penonton pada hal-hal yang tidak edukatif.

b. Alur Cerita (Plot) 
Plot atau alur adalah pola dasar dari kejadian-kejadian yang membangun aksi yang penting dalam sebuah drama. Plot drama harus dibangun mulai dari awal, lalu terdapat kemajuan-kemajuan, dan penyelesaian masalah yang diberikan kepada penonton. Plot menjelaskan bagaimana sebuah kejadian memengaruhi kejadian yang lain dan mengapa orang-orang yang ada di dalamnya berlaku seperti itu (Suban, 2009: 79).
Somad dkk. ( 2008:149) menjabarkan alur menjadi beberapa bagian berikut.
1. Eksposisi/ introduksi merupakan pergerakan terhadap konflik melalui dialog-dialog pelaku.
2. Intrik merupakan persentuhan konflik atau keadaan mulai tegang.
3. Klimaks merupakan pergumulan konflik atau ketegangan yang telah mencapai puncaknya dalam cerita.
4. Antiklimaks merupakan konflik mulai menurun atau masalah dapat diselesaikan.
5. Konklusi merupakan akhir peristiwa atau penentuan terhadap nasib pelaku utama.
c. Latar Cerita (Setting)
Lutters (2006: 56) menjelaskan bahwa setting cerita adalah lokasi tempat cerita ini ingin ditempatkan atau diwadahi. Setting dibagi menjadi dua, yaitu media/ tempat dan budaya.

d. Penokohan
Penokohan/ karakter pelaku utama adalah pelukisan karakter/ kepribadian pelaku utama. Lutters ( 2006: 81) membagi tokoh/ peran menurut sifatnya dalam tiga hal berikut.
1. Peran Protagonis
Peran protagonis adalah peran yang harus mewakili hal-hal positif dalam kebutuhan cerita. Peran ini biasanya cenderung menjadi tokoh yang disakiti, baik, dan menderita sehingga akan menimbulkan simpati bagi penontonnya. Peran protagonis ini biasanya menjadi tokoh sentral, yaitu tokoh yang menentukan gerak adegan.
2. Peran Antagonis
Peran antagonis adalah kebalikan dari peran protagonis. Peran ini adalah peran yang harus mewakili hal-hal negatif dalam kebutuhan cerita. Peran ini biasanya cenderung menjadi tokoh yang menyakiti tokoh protagonis. Dia adalah tokoh yang jahat sehingga akan menimbulkan rasa benci atau antipasti penonton.
3. Peran Tritagonis
Peran tritagonis adalah peran pendamping, baik untuk peran protagonis maupun antagonis. Peran ini bisa menjadi pendukung atau penentang tokoh sentral, tetapi juga bisa menjadi penengah atau perantara tokoh sentral. Posisinya menjadi pembela tokoh yang didampinginya. Peran ini termasuk peran pembantu utama.
Suban (2009:68) membagi karakter menjadi tiga bagian menurut kedudukannya dalam cerita.

1. Karakter Utama (Main Character)
Karakter utama adalah karakter yang mengambil perhatian terbanyak dari pemirsa dan menjadi pusat perhatian pemirsa.. Karakter ini juga paling banyak aksinya dalam cerita.
2. Karakter Pendukung (Secondary Character)
Karakter pendukung adalah orang-orang yang menciptakan situasi dan yang memancing konflik untuk karakter utama. Kadang-kangan karakter pendukung bisa memainkan peranan yang membantu karakter utama. Misalnya sebagai orang keparcayaan karakter utama. Contohnya, sebagai sopir atau bodyguard.
3. Karakter Figuran (Incedental Character)
Karakter ini duperlukan untuk mengisi dan melengkapi sebuah cerita. Mereka serin disebut figuran, karena yang dibutuhkan figuran saja. Mereka sering tampil tanpa dialog. Kalaupun ada, dialognya hanya bersifat informatif. Biasanya mereka digunakan dalam adegan-adegan kolosal dan keramaian. Atau jika tidak kolosal, biasanya mereka memegang profesi di dalam pelayanan umum, misalnya sopir taksi, pembantu, atau petugas di pom bensin.

e. Amanat
Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan penulis cerita kepada penonton atau penikmat drama. Jika drama ditujukan kepada pelajar, maka seiring dengan temanya, drama harus memberikan amanat yang bersifat edukatif. Selain itu, cerita dalam drama harus dapat menambah pengetahuan yang positif bagi siswa.

XX. AKTING
a. Pengertian Akting
Akting adalah segala kegiatan, gerak, atau perbuatan yang dilakukan oleh para pelaku. Akting meliputi mimik, pantomim, dialog, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan adegan aktor atau pemain drama.


b. Tujuan Akting
Tujuan akting adalah “to be a character”, yaitu mengekspresikan suatu perwatakan yang khas dari seorang tokoh.

c. Teknik Akting

Teknik akting terbaik ialah yang paling efektif dan yang berhasil mengekspresikan intent (maksud/ ide) penulis, intent adegan, dan intent karakter. Untuk dapat berakting dengan baik, ada 10 teknik yang perlu diperhatikan :
 
- Metode tindak lahir
Aktor harus mengetahui lebih dulu motivnya berakting (dasar dan tujuan).
- Kemampuan mengandaikan
Bila seseorang menjadi tokoh tertentu, maka ia harus memikirkan apa dan bagaimana yang harus ia lakukan ?
- Kemampuan imajinasi
Menggambarkan / membayangkan sesuatu yang tidak ada.
- Konsentrasi
Seorang aktor harus memusatkan perhatian dan pikirannya pada peran yang ia bawakan.
- Emosional memori
Seorang aktor hendaknya mengingat-ingat atau mengenang kembali pengalaman atau kejadian-kejadian yang pernah dialami sendiri yang kira-kira serupa dengan adegan yang dimainkannya.
- Kesatuan
Antar aktor yang satu dengan yang lain harus ada kerjasama yang bersifat kolektif.
- Harmoni
Setiap aktor harus berusaha menyesuaikan dirinya dengan peran/ perwatakan yang dibawakan (menghayati/ menjiwai setiap elemen yang berkaitan dengannya).
- Tempo irama
Tiap akting harus ada iramanya. Artinya, akting tidak boleh tergesa-gesa juga tidak boleh dilambat-lambatkan.
- Super objektif
Tiap aktor harus tahu siapa yang sedang memegang peranan penting dalam suatu adegan yang sedang berlangsung.
- Kebenaran dan keyakinan
Setiap aktor harus yakin akan peran yang dibawakan.

PEMBAGIAN :
OVERACTING
Akting yang dinilai berlebihan dan tidak memiliki kualitas estetis. Contoh: Faye Dunaway dalam film Mommie Dearest (Frank Perry, 1981).

ACTION
1. Perintah sutradara terhadap aktor agar mulai berakting.
2. Komponen utama film-film laga (action), seringkali berupa adegan kekerasan.

ACTION CUTTING
Teknik editing dengan pemotongan dan penyambungan satu shot dengan shot lainnya yang berbeda angle, untuk memberi kesan bahwa syuting dilakukan dengan teknik multi-kamera. Teknik editing ini dilakukan pada syuting dengan satu kamera, yang pengambilan gambarnya dilakukan berulang-ulang dengan angle berbeda.

ACTION STILL
Sebuah still-frame yang dimunculkan terus-menerus sepanjang waktu tertentu, biasanya pada akhir adegan atau akhir cerita. Still-frame ini bisa dipergunakan sebagai latar belakang credit title akhir

XX.1. AKTING YANG BAIK DALAM TEATER, DRAMA,FILM,FTV,SINEDRAMA/TRON

Akting tidak hanya berupa dialog saja, tetapi juga berupa gerak.
Dialog yang baik ialah dialog yang :

  1. terdengar (volume baik)
  2. jelas (artikulasi baik)
  3. dimengerti (lafal benar)
  4. menghayati (sesuai dengan tuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah)
a. Pengertian Dialog
Dialog adalah percakapan antar pemain dalam drama.

b. Fungsi Dialog 
- Dialog menampakkan karakter dan memerkaya plot.
- Dialog menciptakan konflik.
- Dialog menghubungkan fakta-fakta.
- Dialog menyamarkan kejadian-kejadian yang akan datang.
- Dialog menghubungkan adegan-adegan dan gambar-gambar sekaligus.

Gerak yang baik ialah gerak yang :

  1. terlihat (blocking baik)
  2. jelas (tidak ragu‑ragu, meyakinkan)
  3. dimengerti (sesuai dengan hukum gerak dalam kehidupan)
  4. menghayati (sesuai dengan tuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah)


Penjelasan :
  1. Volume suara yang baik ialah suara yang dapat terdengar sampai jauh
  2. Artikulasi yang baik ialah pengucapan yang jelas. Setiap suku kata terucap dengan jelas dan terang meskipun diucapkan dengan cepat sekali. Jangan terjadi kata‑kata yang diucapkan menjadi tumpang tindih.
  3. Lafal yang benar pengucapan kata yang sesuai dengan hukum pengucapan bahasa yang dipakai . Misalnya berani yang berarti “tidak takut” harus diucapkan berani bukan ber‑ani.
  4. Menghayati atau menjiwai berarti tekanan atau lagu ucapan harus dapat menimbulkan kesan yang sesuai dengan tuntutan peran dalam naskah
  5. Blocking ialah penempatan pemain di panggung, diusahakan antara pemain yang satu dengan yang lainnya tidak saling menutupi sehingga penonton tidak dapat melihat pemain yang ditutupi.
Pemain lebih baik terlihat sebagian besar bagian depan tubuh daripada terlihat sebagian besar belakang tubuh. Hal ini dapat diatur dengan patokan sebagai berikut :

  1. Kalau berdiri menghadap ke kanan, maka kaki kanan sebaiknya berada didepan.
  2. Kalau berdiri menghadap ke kiri, maka kaki kiri sebaiknya berada didepan.
Harus diatur pula balance para pemain di panggung. Jangan sampai seluruh pemain mengelompok di satu tempat. Dalam hal mengatur balance, komposisinya:

  1. Bagian kanan lebih berat daripada kiri
  2. Bagian depan lebih berat daripada belakang
  3. Yang lebar lebih berat daripada yang sempit
  4. Yang terang lebih berat daripada yang gelap
  5. Menghadap lebih berat daripada yang membelakangi
Komposisi diatur tidak hanya bertujuan untuk enak dilihat tetapi juga untuk mewarnai sesuai adegan yang berlangsung

  1. Jelas, tidak ragu‑ragu, meyakinkan, mempunyai pengertian bahwa gerak yang dilakukan jangan setengah‑setengah bahkan jangan sampai berlebihan. Kalau ragu‑ragu terkesan kaku sedangkan kalau berlebihan terkesan over acting
  2. Dimengerti, berarti apa yang kita wujudkan dalam bentuk gerak tidak menyimpang dari hukum gerak dalam kehidupan. Misalnya bila mengangkat barang yang berat dengan tangan kanan, maka tubuh kita akan miring ke kiri, dsb.
  3. Menghayati berarti gerak‑gerak anggota tubuh maupun gerak wajah harus sesuai tuntutan peran dalam naskah, termasuk pula bentuk dan usia.
Untuk mencapai pengembangan konflik yg dibangun, tentunya seorang pemain drama, haruslah melakukan proses latihan rutin, memahami seni peran itu sendiri, hukum-hukum drama, masalah pemain dan sejarah drama, komposisi pentas, istilah akting (motivasi, over-akting, gesture, ekspresi, dll)
Jika seorang aktor mampu membawakan pemeranannya secara detil, itulah yg dinamakan penguasa teknik. Demikian ujar Usmar Ismail. Kemampuan dan keberhasilan inilah yg dicita-citakan setiap aktor sebagai harapan diatas panggung. Namun, akan mendapat'balasan' atau 'pukulan' jika kebalikannya.
Dalam buku 'the first Six Lesson' Richard Bolelavski menulis ada enam unsur seorang mampu berperan di atas panggung, yakni :

1.Konsentrasi 
Adanya penguasaan diri akan pemusatan kekuatan rohani, pikiran dan emosi

2.Ingatan Emosi
Proses mengulang segala peristiwa masa lalu, kejadian yg terlewat. Pengalaman pribadi itu dihadirkan untuk menunjang ransangan daya cipta.

3.Pembangunan Watak
Pembinaan emosi menuju klimaks untuk mengungkapkan susasana dramatis

4.Laku Dramatik
Diharapkan aktor dapat menumpahkan segenap kemampuannya.

5.Observasi atau pengamatan
Dapat dikatakan bhwa yg ada disekeliling kehidupan ini adalah suatu objek yg perlu diamati.

6.Irama
Adanya keteraturan yg dapat diukur oleh perubahan segala macam unsur yg terkandung dalam seni peran. Perubahan-perubahan itu dapat memberikan ransangan estetik.

Akhirnya dapat disimpulkan, bahwa dramaturgi sangat penting sebagai upaya mematangkan wawasan, inteletualitas, dan mematangkan emosi sebagai bekal di atas panggung.

1. Pelajaran Pertama : Konsentrasi
Konsentrasi bertujuan mengarahkan agar seorang aktor dapat dengan luwes mengubah dirinya menjadi orang lain, yaitu peran yang dibawakannya. Untuk mampu berkonsentrasi, seorang aktor harus berlatih memusatkan diri, mulai dari lingkaran yang besar, menyempit, kemudian membesar lagi. Meskipun latihan dilakukan di tempat-tempat ramai oleh suara hiruk-pikuk orang atau kendaraan, tetapi jika konsentrasi dilakukan dengan semangat kuat maka lakon akan tetap berjalan. Latihan konsentrasi ini juga dapat dilaksanakan melalui latihan fisik (misalnya yoga), latihan intelektualitas atau kebudayaan (misalnya menghayati musik, puisi, seni lukis), dan latihan sukma (melatih kepekaan sukma menanggapi segala macam situasi).

2. Pelajaran Kedua: Ingatan Emosi
The transfer of emotion adalah cara efektif untuk menghayati suasana emosi suatu peran secara hidup, wajar dan nyata. Jika pelaku harus bersedih, dengan suatu kadar kesedihan tertentu dan menghadirkan emosi yang serupa, maka kadar kesedihan itu takarannya pas, tidak berlebihan, sehingga tidak terjadi over acting.
3. Pelajaran Ketiga: Laku Dramatis
Berlaku dramatis berarti bertingkah laku dan berbicara bukan sebagai dirinya sendiri, tetapi berdasarkan apa / siapa yang diperankan. Untuk itu diperlukan penghayatan kuat terhadap tokoh yang diperankan secara mendalam, sehingga dapat diadakan adaptasi.
4. Pelajaran Keempat: Pembangunan Watak
Aktor harus mampu membangun wataknya sesuai dengan tuntutan peran. Pembangunan watak tersebut didahului dengan menelaah struktur fisik, kemudian mengidentifikasikannya, dan selanjutnya menghidupkan watak tersebut seperti halnya wataknya sendiri.


5. Pelajaran Kelima: Observasi
Observasi terhadap tokoh yang sama dengan peran yang dibawakan. Untuk memerankan tokoh pengemis dengan baik, perlu mengadakan observasi terhadap seorang atau beberapa pengemis dengan ciri fisik, psikis, dan sosial yang sesuai. Latihan observasi ini dapat pula dilakukan dengan cara mengerjakan sesuatu yang pernah dilihat dengan pura-pura. Misalnya: adegan mengetuk pintu (padahal pintu tidak ada / pura-pura).
6.    Pelajaran Keenam: IramaSentuhan
Terakhir dalam suatu latihan drama adalah pengaturan irama permainan. Irama permainan ini, untuk setiap aktor, diwujudkan dalam panjang pendek, keras lemah, tinggi rendahnya dialog, serta variasi gerakan, yang harus dihubungkan dengan timing, penonjolan bagaian, pemberian isi, progresi dan pemberian variasi pentas.


XXX. BLOCKING

Blocking adalah kedudukan tubuh pada saat di atas pentas.


Yang dimaksud dengan blocking yang baik adalah blocking tersebut harus seimbang, utuh, bervariasi dan memiliki titik pusat perhatian serta wajar.

a. Seimbang
Seimbang berarti kedudukan pemain, termasuk juga benda-benda yang ada diatas panggung (setting) tidak mengelompok di satu tempat, sehingga mengakibatkan adanya kesan berat sebelah. Jadi semua bagian panggung harus terwakili oleh pemain atau benda-benda yang ada di panggung. Penjelasan lebih lanjut mengenai keseimbangan panggung ini akan disampaikan pada bagian mengenai “Komposisi Pentas “. 

b. Utuh
Utuh berarti blocking yang ditampilkan hendaknya merupakan suatu kesatuan. Semua penempatan dan gerak yang harus dilakukan harus saling menunjang dan tidak saling menutupi. 

c. Bervariasi
Bervariasi artinya bahwa kedudukan pemain tidak disuatu tempat saja, melainkan membentuk komposisi-komposisi baru sehingga penonton tidak jenuh. Keadaan seorang pemain jangan sama dengan kedudukan pemain lainnya. Misalnya sama-sama berdiri, sama-sama jongkok, menghadap ke arah yang sama, dsb. Kecuali kalau memang dikehendaki oleh naskah.

d. Memiliki titik pusat
Memiliki titik pusat artinya setiap penampilan harus memiliki titik pusat perhatian. Hal ini penting artinya untuk memperkuat peranan lakon dan mempermudah penonton untuk melihat dimana sebenarnya titik pusat dari adegan yang sedang berlangsung. Antara pemain juga jangan saling mengacau sehingga akan mengaburkan di mana sebenarnya letak titik perhatian. 

e. Wajar
Wajar artinya setiap penempatan pemain ataupun benda-benda haruslah tampak wajar, tidak dibuat-buat. Disamping itu setiap penempatan juga harus memiliki motivasi dan harus beralasan.


XXXX. INTI POKOK PEMAHAMAN AKTING

Gestur adalah gerak-gerak besar yang dilakukan aktor selama berakting secara sadar.
Maksudnya ialah gerak yang terjadi setelah mendapat perintah dari diri/ otak kita untuk melakukan sesuatu, misalnya menulis, mengambil gelas, jongkok, dan sebagainya. 
Misalnya, peran direktur dengan tukang becak. Direktur sering duduk tegap dan berbicara formal serta berjabat tangan bila bertemu kliennya. Sedangkan tukang becak lebih terlihat sering berjalan santai dengan bahasa yang informal. Ketika menemui pelanggannya, biasanya tukang becak tidak pernah berjabat tangan. 

Movement adalah gerak perpindahan dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Gerak ini tidak hanya terbatas pada berjalan saja, tetapi dapat juga berupa berlari, bergulung-gulung, melompat, dan sebagainya.

Guide adalah cara jalan. Cara berjalan di sini bisa bermacam-macam. Cara berjalan orang tua akan berbeda dengan cara berjalan seorang anak, berbeda pula dengan cara berjalan orang yang sedang mabuk.
Setiap yang pemain lakukan harus memunyai arti, motif, dan dasar. Hal ini harus benar-benar diperhatikan dan diyakini benar-benar oleh seorang pemain mengenai maksud dan makna gerakan yang dilakukannya.

Istilah Penulisan Skenario

Banyak yang bilang , menulis itu susah gampang atau banyak yang bilang menulis itu sulit . Itu salah besar , apa yang kita tuliskan itu adalah imajinasi kita , baik bentuk fiktif maupun nyata .
Gak percaya ?? So , Buktikan !!!
Tapi , sebelum kalian menulis skenario lebih jauh lagi , kalian harus tau dulu nih , apa saja sih istilah kepenulisan pada Skenario Film ?? Disini gua bakal berbagi ke kalian , dan semoga bermanfaat bagi kalian ;) . Langsung aja yah :P



1. Action
Gerakan. Menurut pengertian kamera, action adalah gerakan dari sesuatu yg melintas di kamera, sedangkan menurut pengertian scenario, action diartikan sebagai gerakan tersebut dapat terjadi pada diri manusia.
2. Angle
Sudut pandang kamera. Adapun High Angle (HA) dan Low Angle (LA).
3. Antagonis
Tokoh yang menentang atau menghalangi jalan Protagonis mencapai tujuannya.
4. Anti Klimaks
Turunnya garis Tangga dramatic setelah Tangga dramatic mencapai klimaks.
5. Art Director
Penata visual. Orang yang dalam pembuatan film bertugas menyiapkan semua bahan informasi visual, sesuai dengan tuntutan scenario. Yakni menyiapkan Set dan hiasannya, Properti, tata arias pemain, tata busana, dll. Terjemahan Penata Artistik adalah keliru. Semua yang terlibat dalam pembuatan ikut menata segi artistic bidangnya masing-masing. Kata Art di situ bukan dimaksud sebagai sesuatu yang bersifat seni, melainkan yang berhubungan dengan keindahan bidang visual. Sedangkan artist adalah pelukis.
6. Audio
Unsur informasi suara atau segala sesuatu yang dapat didengar.
7. Big Closeup (BCU)
Disebut juga sebagai super closeup atau extreme closeup. BCU merupakan bagian dari Sub Objek yang diambil kamera. Dengan demikian, BCU juga adalah jarak kamera yang mengambil sebagian dari wajah.
8. Close up (CU)
Jarak kamera yang mengambil bagian suatu objek, sub objek.
9. Credit
Tayangan nama-nama pendukung film.
10. Cut Out
Pemotongan adegan dalam dua scene yang berbeda demi kepentingan cerita.
11. Day for night
Pengambilan adegan pada siang hari, namun adegan yang dimaksud akan menjadi adegan malam. Caranya dengan memasang filter gelap di depan lensa, sehingga gambar menjadi redup.
12. Deux Ex Machina
Situasi kritis dalam cerita diselesaikan dengan bantuan Tuhan, yakni dengan datangnya nasib baik.
13. Dissolve
Ujung gambar adegan berbaur dengan awal gambar adegan lain. Digunakan untuk menyambung dua scene berhubungan tapi terpisahkan waktu yang berbeda.
14. Dolly
Lari kecil untuk membawa kamera yang melakukan pengambilan gambar sambil berjalan (dolly shot).
15. Estabablishing Shot
Shot untuk memperlihatkan tempat secara keseluruhan berikut lingkungan yang menunjang informasi tempat tersebut.
16. Exterior (EXT)
Menunjukan bahwa scene yang diambil tempatnya di luar.
17. Extreme Long Shot (ELS)
Pengambilan objek yang sangat jauh. Objek itu sendiri sudah hampir tak terlihat karena yang dipentingkan dalam ELS adalah informasi tempatnya.
18. Fade
Fade In : gambar yang diambil dari tiada perlahan muncul, contohnya pada awal scene.
Fade Out : gambar yang perlahan menghilang, contohnya pada akhir scene.
19. Flashback
Kilas balik. Adegan yang dimunculkan sebagai kenangan seseorang.
20. Follow shot
Shot yang diambil sambil mengikuti objeknya bergerak/berjalan.
21. Frame
Pada film yang direkam dengan seluloid, istilah frame berarti suatu bingkai gambar. Kalau dikatakan in frame atau out frame, berarti pelau masuk ke dalam atau keluar tangkapan kamera.
22. Freeze Frame (Stop Motion)
Gambar membeku; semua yang tidak bergerak.
23. Full Shot (FS)
Shot yang mengambil objek secara keseluruhan.
24. Insert
Sisipan. Shot atau adegan yang disisipkan ke tengah adegan lain.
25. Konflik
Pertikaian dua Action dua kehendak yang berlawanan.
26. Klimaks
Puncak dramatic perjuangan Protagonis dalam mencapai tujuannya. Dalam hal ini terjadi puncak krisis tertinggi.
27. Location
Tempat shooting di tempat asli, artinya bukan set yang dibuat dalam studio.
28. Long Shot (LS)
Pengambilan jarak jauh. Gunanya lebih memperlihatkan tempat di mana objek yang diambil berada.
29. Medium Closeup (MCU)
Objek orang yang ditangkap dengan MCU akan nampak dari kepala sampai siku.
30. Medium Shot (MS)
Objek orang yang diambil dengan MS, dari kepala sampai lutut.
31. Off Screen (OS)
OS menjelaskan suara yang sumbernya tidak terlihat dalam frame; dari luar layar; off screen.
 32. Pa
Pengambilan yang dilakukan oleh kamera bergerak menoleh dari kiri ke kanan atau sebaliknya, namun posisi kamera tetap pada kakinya. Adapun Pan Up dan Pan Down, yaitu kamera menoleh ke atas atau ke bawah.
33. Plot
Alur cerita yang didisain atau direkayasa untuk mencapai tujuan tertentu. Dengan demikian, satu topik yang sama dapat dibuat dalam beberapa plot sesuai dengan sudut pandang yang diambil dan tujuan yang ingin dicapai.
34. Point of View (POV)
Shot yang diambil sebagai pandangan mata pelaku.
35. Premise
Isi cerita. Bahan perenungan filosofis yang utama ingin disampaikan kepada penonton.
36. Protagonis
Tokoh utama film. Tokoh yang memiliki kemampuan yang dikagumi penonton atau keadaan yang menarik simpati kuat penonton dalam bergulirnya cerita.
37. Skenario (Film Script/ Screenplay)
Naskah cerita yang didisain untuk disajikan sebagai film.
38. Scene
Satuan penuturan dalam scenario. Satu scene merupakan kejadian yang berlangsung dalam satu tempat dan waktu tertentu.
39. Sequence
Sekelompok scene yang merupakan satu persoalan.
40. Set
Tempat kejadian.
41. Shot
Tembakan kamera. Satu shot dimulai sejak kamera start mengambil objek hingga kamera dimatikan.
42. Shooting
Aktivitas pengambilan film.
43. Shooting Scrip
Skenario yang terperinci shot demi shot, dibuat agar bisa langsung digunakan untuk shooting.
44. Sound Effect (SFX)
Setiap suara yang keluar dari apapun sumbernya, kecuali mulut manusia.
45. Sub plot
Plot tambahan dalam cerita yang tugasnya untuk menunjang cerita atau dramatic cerita.
46. Suspence
Ketegangan.
47. Sinopsis
Ikhtisar cerita yang disusun secara ringkas tapi sudah memuat semua unsur penting cerita. Unsur penting cerita meliputi: problema utama, tokoh utama, antagonis, plot utama, sub plot, tokoh-tokoh pendukung penting, klimaks, dan penyelesaiannya.
48. Theme
Tema. Pokok cerita.
49. Title (Main Title)
Judul film.
50. Treatment
Kerangka Skenario. Penuturan sudah tersusun sebagai scenario yang jadi, hanya saja masih berisi pokok-pokok action dan belum berisi dialog.
51. Zoom
Lensa zoom terdiri dari susunan lensa yang bila diputar akan membuat pandangan menjauh dan mendekat.
Zoom in: objek mulai dari jauh lalu mendekat.
Zoom out : objek mulai dari dekat lalu menjauh.



TAMBAHAN ! :
COMMERCIAL BREAK
Jeda iklan. Penulis skenario harus memperhitungkan jeda ini, dengan memberi kejutan atau suspense agar penonton tetap menunggu adegan berikutnya.
 MONTAGE
Beberapa gambar yang menunjukkan adegan berurutan dan mengalir. Bisa juga menunjukkan beberapa lokasi yang berbeda, tetapi merupakan satu rangkaian cerita.

OS (ONLY SOUND)
Suara orang yang terdengar dari tempat lain; berbeda tempat dengan tokoh yang mendengarnya.

 PAUSE
Jeda sejenak dalam dialog, untuk memberi intonasi ataupun nada dialog.

 SLOW MOTION
Gerakan yang lebih lambat dari biasanya. Untuk menunjukkan hal yang dramatis.

TEASER
Adegan gebrakan di awal cerita untuk memancing rasa penasaran penonton agar terus mengikuti cerita

SPLIT SCREEN
Adegan berbeda yang muncul pada satu frame atau laya

 VO (VOICE OVER)
Orang yang berbicara dalam hati. Suara yang terdengar dari pelakon namun bibir tidak bergerak.

Sabtu, 04 Februari 2012

Bicara Pendidikan ? "Pariwisata" of Share

Bicara soal pendidikan ?
Apa sih arti pendidikan buat kalian ?
Orang tua pasti menginginkan anak nya yang terbaik dari terbaik lainya . Bicara Soal Pendidikan ?
Di Indonesia sendiri Pendidikan sudah mulai tak asing didengernya , mulai dari TK , SD , SMP/Mts , SMA/SMK/STM/MA , serta Perguruan Tinggi .
Kalau buat Fathur sendiri sih , Educate itu sangat butuh dan memang berperan penting dalam kehidupan . Di mulai dari SD dan Sekarang sudah merambah ke Jenjang SMK , Aku mengambil Jurusan Pariwisata di SMK N 4 SBI Invest Bandar Lampung . Awalnya cuma paling gak niat masuk SMK yang berbasis Bisnis Management , namun apa daya ? Mungkin udah waktunya menambah luas wawasan yang kita punya !

Sedikit Share nih !

Pariwisata itu menyenangkan , dimulai dari mempelajarai Reservation sampai membuat Promosi Ticket :/
Suatu tantangan untuk anak-anak Pariwisata lain nya . Mungkin sebagian orang berfikir kalau jurusan Pariwisata itu sulit , harus Mahir Bahasa Asing Minimal 3 bahasa ,yakni Inggris , Jepang dan Mandarin . Padahal kalau kita pandai Bahasa Inggris saja sudah punya pintu untuk kedepan ,tinggal bagaimana cara mendobrak pintu tersebut !
Satu Kalimat dari Fathur "Jangan pernah berkata Tidak Bisa kalau belum Mencoba"

Senin, 16 Mei 2011

Fans Page Fathur Rachman

Hai Sahabat Junco ada kabar baru nih :)
Fathur baru saja membuat Fans Page untuk di facebook ,ini dia link nya  :
http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fl.php%3Fu%3Dhttp%253A%252F%252Fwww.facebook.com%252Fpages%252FFathur-Rachman-Junco%252F110084039079500%26h%3D3620a&h=3620a

Di like ya fans page nya :)

Rabu, 02 Februari 2011

Me And Freind in School Slideshow

Me And Freind in School Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ Me And Freind in School Slideshow ★ to Bandar Lampung by Fathur Rachman. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

Selasa, 01 Februari 2011

Casting Film

Ini Film yang Mau di garap
Woow,,Ayo Lampung ..
Buruan,,buat Kalian yang merasa bisa Berakting Di depan Kamera ....
Ikutan yooookk,,Casting nya akan di laksanakan Lagi tanggal 6 bulan February 2001 di Metro ini ...
Jangan sampai ketinggalan,,,..
......Ayo,saat nya Buat Lampung,tunjukin bahwa Kita bisa seperti Di Jakarta :))
 
Klik Link Location : http://www.facebook.com/photo.php?op=1&view=global&subj=276386268902&pid=463095&id=100000674520156&oid=276386268902

Jumat, 24 September 2010

PENDAFTARA WAPOP4

PEMILIHAN WAJAH POPULER 4

Buat kamu yang umur 5 s/d 25Tahun
(Gak mesti cantik atau ganteng yg penting Bekarakter)
Kirim data (nama,umur, alamat lengkap, email dan No, HP)
...jangan lupa sertakan 1 photo terbaik kamu ke email: plor_management@yahoo.com / melalu inbox FB,

Pendaftaran 180rb ( free: T-shirt, Pemotretan, Voucer,

Makansiang)Info:021-4269046-94970849-98556923- 081514227560
www.plor-management.com

Rabu, 22 September 2010

Pendaftaran Modeling WAPOP4

PEMILIHAN WAJAH POPULER 4

Buat kamu yang umur 5 s/d 25Tahun
(Gak mesti cantik atau ganteng yg penting Bekarakter)...

...Kirim data (nama,umur, alamat lengkap, email dan No, HP)jangan lupa sertakan 1 photo terbaik kamu ke email: plor_management@yahoo.com / melalu inbox FB, Pendaftaran 180rb ( free: T-shirt, Pemotretan, Voucer, Makansiang)

Info:021-4269046-94970849-98556923- 081514227560

www.plor-management.com

Sabtu, 04 September 2010

PROMOSI.....

buat kalian semua yg akan mengadakan hajatan,event,party,dll...
jika klian membutuhkan artis dangdut,artis kondang,MC,dll..
kalian semua bisa hub langsung ke saya via facebook,email,atau no hp sya...

email :azimafathur@yahoo.co.id...
...fb :d77_sevenseven@yahoo.com
no hp :0721 9017942/0721 268794